10 Penyintas Down Syndrome Yang Prestasi

Table of Contents
Hidup tidak pernah memberikan jaminan berupa kesempurnaan. Namun, di balik setiap kekurangan selalu ada kelebihan yang menanti untuk terus dipelajari. Anak-anak dengan Down syndrome, yang dahulu kerap dipandang sebelah mata, kini hadir membuktikan bahwa diagnosis medis bukanlah sebuah akhir dari kehidupan anak tersebut. Mereka adalah memiliki potensi yang luar biasa dengan cara mereka sendiri, untuk terus tumbuh, dan menginspirasi.

Anak Down Syndrome Memiliki Kelebihan

Down syndrome atau trisomi 21 merupakan kondisi di mana seorang anak terlahir dengan kelebihan jumlah kromosom 21. Normalnya, manusia memiliki 23 pasang atau 46 buah kromosom, namun pada penyandang Down syndrome jumlahnya menjadi 47 kromosom. Kondisi ini membawa tantangan tersendiri dalam tumbuh kembang anak tersebut, termasuk keterlambatan berbicara, duduk, berjalan, hingga gangguan kognitif. Namun, di balik tantangan tersebut tersimpan berbagai kelebihan yang seringkali luput dari perhatian orang tua dan masyarakat.

Anak-anak dengan Down syndrome umumnya memiliki sifat yang hangat, ramah, dan penuh kasih sayang. Mereka dikenal memiliki kecerdasan emosional yang tinggi serta kemampuan sosial yang membuat mereka mudah bergaul dengan lingkungan sekitar. Dalam dunia seni, banyak dari mereka yang menunjukkan bakat luar biasa, baik dalam dalam bidang seni lukis, seni tari, bermusik. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan intelektual tidak menjadi penghalang untuk berkarya dan berprestasi.

Pola Asuh Anak Penyintas Down Syndrome

Kunci utama kesuksesan anak dengan Down syndrome terletak pada pola asuh yang tepat dari orang tua dan lingkungan sekitar. Penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kemandirian anak Down syndrome dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Pola asuh ini memberikan keseimbangan antara kasih sayang dan disiplin, antara kebebasan dan bimbingan.

Ellie Goldstein | glamour.com

Berbeda dengan pola asuh permisif yang justru membuat anak menjadi bergantung pada orang lain karena selalu dimanjakan, pola asuh otoritatif mendorong anak untuk mandiri sesuai dengan kapasitas mereka. Orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai hal, meskipun hasilnya mungkin tidak sempurna. Pujian saat mereka berhasil belajar sesuatu yang baru, komunikasi yang jelas dan tenang, serta rutinitas yang teratur akan membantu anak merasa lebih settled dan percaya diri.

Layanan kesehatan dan pendidikan yang terintegrasi juga memegang peranan penting. Fisioterapi untuk memperkuat otot, terapi wicara untuk membantu komunikasi, serta terapi okupasi untuk melatih kemandirian dalam aktivitas sehari-hari adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai harganya. Jangan pernah memandang sebelah mata terhadap penyandang Down syndrome, perlakukan mereka seperti layaknya orang seusia mereka, karena mereka memiliki potensi dan mimpi besar untuk menorehkan prestasi baik bagi dirinya, orang tua, dan lingkungan sekitar.

10 Orang Sukses Penyintas Down Syndrome

Dengan dukungan keluarga yang tepat dan kesempatan yang diberikan, berikut adalah 10 inspirator dunia penyandang Down syndrome yang berhasil menorehkan prestasi gemilang:

1. Ellie Goldstein: Model Internasional
Wanita asal Inggris berusia 23 tahun ini mencetak sejarah sebagai model pertama penyintas Down syndrome yang tampil di sampul British Vogue pada tahun 2023. Namanya viral dalam iklan kecantikan Gucci tahun 2020. Ia telah berkolaborasi dengan brand ternama seperti Adidas dan Victoria's Secret. Tidak hanya itu, Ellie juga menulis dua buku dan menjadi duta untuk organisasi amal. Pada tahun 2023, ia bekerja sama dengan Mattel meluncurkan boneka Barbie pertama dengan figur Down syndrome, dan baru-baru ini ia terpilih bergabung dalam acara bergengsi Strictly Come Dancing.

2. Ana Victoria Espino: Pengacara Pertama di Dunia
Perempuan berusia 25 tahun dari Zacatecas, Meksiko ini meraih gelar sarjana hukum dari Universidad Autónoma de Zacatecas pada tahun 2024. Ia merupakan orang pertama penyintas Down syndrome di dunia yang berhasil meraih gelar sarjana hukum. Perjuangannya selama lima tahun di bangku kuliah tidaklah mudah, namun dengan bantuan orang tua, dosen dan kegigihannya sendiri, ia mampu menaklukkan gelar tersebut. Saat ini Ana aktif menjadi berbicara di forum legislatif untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Ia juga seorang pelukis berbakat dengan karyanya yang dipamerkan di Congress of the Union, Meksiko.

3. Isabella Springmuhl: Desainer Mode Pionir
Perempuan asal Guatemala ini menjadi desainer mode pertama penyintas Down syndrome yang karyanya ditampilkan di ajang London Fashion Week 2017. Pada usia 19 tahun, Isabella sudah menciptakan fashion khusus untuk penyandang Down syndrome. Hal ini dilakukan karena ia menyadari betapa sulitnya mereka mencari pakaian yang sesuai. Ia selalu mengangkat kain khas Guatemala yang terinspirasi dari suku Maya dalam setiap desainnya, membuktikan bahwa kecintaan pada tanah air bisa diwujudkan dalam karya membanggakan .

4. Pablo Pineda: Aktor dan Pendidik Spanyol
Pria asal Spanyol ini adalah orang Eropa pertama penyintas Down syndrome yang meraih gelar sarjana di bidang pendidikan dan psikologi pendidikan. Ia bahkan meraih penghargaan Silver Shell for Best Actor di San Sebastian Film Festival pada tahun 2009. Pineda telah membuktikan bahwa pendidikan tinggi adalah pintu menuju prestasi yang dapat diraih oleh siapa saja .

5. Prithviraj Sengupta: Atlet Powerlifting Peraih Emas
Remaja 17 tahun asal Mumbai, India ini berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Powerlifting Commonwealth di Bishkek, Kirgistan. Dalam waktu enam bulan pelatihan, ia berhasil mengalahkan kompetitor dan meraih prestasi tertinggi. Selain menjadi seorang atlet, Prithviraj juga menjadi seorang pengusaha roti dan menggeluti bidang seni tari. Ia juga sebagai perwakilan atlet India yang akan tampil di Olimpiade.

6. Chris Nikic: Ironman Pertama
Pada tahun 2020, Chris Nikic dari Amerika Serikat mencetak sejarah sebagai penyintas Down syndrome pertama yang berhasil menyelesaikan World Triathlon Ironman. Ia menempuh 3,8 km renang, 180 km bersepeda, dan 42,2 km lari dalam waktu 16 jam 46 menit. Prestasinya tersebut telah menginspirasi jutaan orang di dunia.

7. Madeline Stuart: Model dan Advokat Disabilitas
Model asal Australia ini telah menjadi sorotan dunia fashion sejak debutnya di New York Fashion Week 2015. Ia aktif memperjuangkan representasi penyandang disabilitas di industri mode dan telah tampil di berbagai peragaan busana internasional.

8. Karen Gaffney: Perenang Jarak Jauh
Perempuan Amerika ini menjadi penyintas Down syndrome pertama yang berenang menyeberangi Selat Inggris. Ia juga pendiri Yayasan Karen Gaffney yang berfokus pada inklusi dan pemberdayaan penyandang disabilitas intelektual.

9. John Cronin: Pengusaha Kaus Kaki
John bersama ayahnya mendirikan perusahaan John's Crazy Socks yang menjual kaus kaki dengan berbagai desain unik. Kesuksesannya membuktikan bahwa jiwa kewirausahaan dapat tumbuh dari dalam diri siapapun. Perusahaannya bahkan bermitra dengan berbagai organisasi amal untuk mendukung sesama penyandang disabilitas.

10. Tim Harris: Pemilik Restoran
Pria asal Albuquerque, New Mexico ini adalah pemilik restoran "Tim's Place" yang terkenal dengan keramahan dan layanannya. Ia dijuluki sebagai "Restoran paling ramah di Amerika" dan telah menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam dunia kuliner.

Kisah mereka adalah bukti nyata bahwa kelebihan penyintas Down Syndrome jika digali akan menciptakan peluang, sehingga mereka yang sebelumnya dipandang sebelah mata namun dapat menginspirasi dunia. Anak-anak dengan Down syndrome bukanlah beban, melainkan anugerah yang siap mewarnai dunia dengan prestasi. Tugas kita adalah memberikan mereka kesempatan, dukungan, dan keyakinan bahwa mereka bisa.

Posting Komentar